31 May 2013

WaliKota New York dapat Kiriman Surat Beracun

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
WaliKota New York dapat Kiriman Surat Beracun - New York: Dua surat yang ditujukan kepada Wali Kota New York Michael Bloomberg menunjukkan adanya kandungan racun risin mematikan. Penulis surat tersebut mengancam Bloomberg, terkait perdebatan tentang undang-undang kontrol senjata.

Tidak jelas apakah kejadian ini memiliki hubungan dengan ancaman-ancaman lain. Seperti diketahui, beberapa surat risin telah dikirim juga ke beberapa tokoh publik lain.

Sebelumnya seorang pria asal Mississippi ditangkap dengan tuduhan mengirim surat kepada Presiden Barack Obama, seorang hakim, dan senator Mississippi. Selain itu, seorang pria lain juga telah ditangkap di negara bagian Washington atas surat yang dikirimkan kepada seorang hakim.

Polisi mengatakan pengujian awal dari surat yang dikirim ke Bloomberg menunjukkan adanya risin, yang diekstrak dari biji jarak. Risin, seribu kali lebih beracun dari sianida dan bisa berakibat fatal ketika dihirup, ditelan, atau disuntikkan, meski pun ada kemungkinan untuk pulih dari paparan.

Pasukan khusus dari FBI dan Divisi Intelijen NYPD, yang bertanggung jawab untuk melindungi wali kota terus menyelidiki ancaman tersebut. Bloomberg adalah orang yang pro dengan undang-undang senjata dan lantang bersuara.

Kontrol senjata api menjadi perdebatan di Amerika dan pembicaraannya mencapai puncak sejak 26 orang tewas dalam penembakan di sekolah di Connecticut pada Desember lalu.


>>> Ayo Ikutan Kontes Humor JOKES.WEB.ID <<<



mael mosh 31 May, 2013


-
Source: http://tendangnews.blogspot.com/2013/05/Surat-Beracun-WaliKota-New-York.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

0 comments:

Post a Comment